BANTUL - Dinas Sosial Kabupaten Bantul tengah mengimplementasikan program pendataan sosial ekonomi SIPEDET CANTIK (Sistem Pendataan Terpadu Desa Cinta Statistik), sebuah inovasi untuk membangun basis data yang akurat, lengkap, dan terintegrasi. Program ini diinisiasi oleh Bappeda Gunungkidul, Paniradya Kaistimewan DIY, dan BPS DIY, yang sebelumnya telah sukses dijalankan di Kabupaten Gunungkidul. Keberhasilan tersebut mendorong diseminasi SIPEDET CANTIK ke seluruh kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk Bantul.
Di Bantul, pendataan ini berawal dari uji coba (pilot project) di Kapanewon Imogiri. Kini, cakupannya diperluas ke seluruh 16 Kapanewon dengan fokus pada pendataan berbasis keluarga. Data yang dikumpulkan meliputi profil penduduk, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan, yang kemudian dihubungkan dengan data induk kependudukan serta basis data lain di tingkat kalurahan. Dengan integrasi ini, pemerintah dan lembaga terkait dapat melakukan analisis mendalam untuk memetakan kebutuhan, tantangan, dan kondisi masyarakat, mulai dari tingkat individu hingga kalurahan.
Pelaksanaan SIPEDET CANTIK di Bantul dimulai dengan rekrutmen Petugas Pendataan Lapangan (PPL) dan Petugas Monitoring Lapangan (PML). Selanjutnya, dilakukan Training of Trainer oleh BPS DIY dan BPS Bantul, diikuti dengan sosialisasi program serta bimbingan teknis bagi petugas sebagai persiapan sebelum pendataan dimulai.

Sejak Juni 2025, pendataan dilakukan secara serentak di seluruh 16 Kapanewon, menargetkan seluruh penduduk Bantul. Saat ini, program telah memasuki tahap monitoring untuk memastikan kelancaran serta validitas data yang dihimpun. Masyarakat diharapkan berperan aktif dengan menerima kedatangan petugas, memberikan jawaban kuesioner secara jujur, serta menyiapkan dokumen penting seperti KTP dan Kartu Keluarga.
Lebih dari sekadar pendataan, SIPEDET CANTIK merupakan fondasi bagi kebijakan yang lebih tepat sasaran, berkeadilan, dan berpihak pada kesejahteraan warga. Dengan dukungan semua pihak, Bantul tidak hanya mendapatkan data yang berkualitas, tetapi juga memperkuat tata kelola informasi sosial ekonomi yang akan bermanfaat bagi seluruh DIY.