BANTUL – Mengawali kalender kerja tahun 2026, Forum Koordinasi (FK) Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Bantul menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) perdana di Ruang Rapat Kantor Dinas Sosial Kabupaten Bantul, Minggu (1/2/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penguatan internal sekaligus sinkronisasi program kerja menghadapi tantangan kebencanaan di tahun mendatang.
Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran pengurus FK Tagana Bantul, koordinator kapanewon, hingga petugas logistik.
Pentingnya Data dan Publikasi
Dalam pengantar rakornya, Ketua FK Tagana Bantul, Asngari, menyoroti beberapa poin evaluasi krusial. Selain mengumumkan pergantian koordinator Kapanewon Pajangan dan Dlingo, ia menggarisbawahi masih minimnya kesadaran anggota dalam mendokumentasikan laporan kegiatan di lapangan.
Ditegaskan pula bahwa penguatan di bagian informasi dan data adalah kunci. Perlu dilakukan publikasi terkait eksistensi, dedikasi, dan pelayanan kita agar masyarakat tahu kinerja Tagana. Ia juga mengingatkan agar kedisiplinan piket markas terus dijaga melalui komunikasi yang efektif.
Sinkronisasi Anggaran dan Peran
Ketua FK Tagana DIY, Agus Cahyana, yang turut hadir memberikan motivasi, mengingatkan bahwa awal tahun adalah fase krusial bagi pemimpin untuk menyinkronkan program kerja dengan kebijakan anggaran. Masa untuk memahami peran masing-masing sesuai amanat, serta memahami regulasi yang ada.
Senada dengan hal tersebut, Pembina Utama Tagana Bantul, Tatik Windari, S.Sos, MSE, memberikan arahan terkait penyesuaian kebijakan anggaran pusat di tahun 2026. Meski terdapat tantangan finansial, ia meminta anggota tidak patah semangat.
Hal ini tidak seharusnya menjadi alasan untuk berdiam diri atau menciutkan niat. Tugas harus tetap dilaksanakan sesuai porsi dan lebih optimal. Disampaikan pula bahwa media sosial dapat dijadikan alat untuk mensosialisasikan karya Tagana agar masyarakat memberikan penilaian yang objektif. Ia juga menegaskan bahwa piket markas adalah indikator utama esensi eksistensi Tagana.
Evaluasi Teknis dan Transparansi
Sementara itu, Pembina Teknis Tagana Bantul, H. Jazim Ahmadi, S.Sos, MH, memberikan gambaran mengenai progres teknis organisasi. Ia mengakui adanya pemangkasan beberapa kegiatan di tahun ini, namun menekankan pentingnya mencari solusi atas kendala pengolahan data yang sering terjadi.
"Petugas piket shift pagi sangat vital karena bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat di Dinas Sosial. Kami juga mengapresiasi transparansi laporan keuangan yang sudah tersaji, silakan buka aksesnya agar seluruh anggota bisa mengetahui," pungkas Jazim.
Rapat ini ditutup dengan komitmen bersama untuk meningkatkan keaktifan anggota di tingkat kapanewon serta memperkuat soliditas dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Kabupaten Bantul.

