Bantul – Dinas Sosial Kabupaten Bantul kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan dukungan sosial kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) melalui penyelenggaraan Workshop Penguatan Kesehatan Mental dan Kepatuhan Terapi ARV bagi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Kegiatan yang diikuti oleh 30 peserta ODHA ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental serta kepatuhan dalam menjalani terapi antiretroviral (ARV) guna mencapai kualitas hidup yang lebih baik.
Workshop menghadirkan dua narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu dr. GM Silvia Utomo, M.Sc., Sp.MK., FISQua dari RS Panti Rapih dan Yan Michael dari Yayasan Victory Plus. Melalui sesi yang interaktif dan penuh inspirasi, peserta diajak untuk memahami bahwa kesehatan mental memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga kesehatan fisik dan keberhasilan terapi HIV.
Dalam paparannya, dr. Silvia menjelaskan bahwa kesehatan mental tidak hanya memengaruhi kualitas hidup seseorang, tetapi juga berpengaruh terhadap hubungan sosial, produktivitas kerja, serta kepatuhan dalam mengonsumsi obat ARV. Peserta diajak untuk mengenali emosi yang dimiliki, memahami hubungan antara kesehatan mental dan kesehatan fisik, serta menyadari bahwa mereka tetap memiliki masa depan yang baik dan kesempatan untuk hidup secara sehat, produktif, dan bermakna.
Selain penguatan kesehatan mental, peserta juga memperoleh edukasi mengenai terapi Antiretroviral (ARV). Dijelaskan bahwa ARV merupakan obat yang berfungsi menekan jumlah virus HIV di dalam tubuh, menjaga sistem kekebalan tubuh, mencegah terjadinya infeksi oportunistik, serta meningkatkan kualitas hidup ODHA. Kepatuhan dalam mengonsumsi ARV menjadi sangat penting karena dapat menurunkan viral load, meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah resistensi obat, dan memungkinkan ODHA menjalani kehidupan yang lebih sehat serta produktif.
Pada kesempatan tersebut, perwakilan Yayasan Victory Plus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Sosial Kabupaten Bantul yang selama ini secara rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan pendampingan dan pemberdayaan bagi ODHA. Mereka berharap program-program serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang, bahkan diperluas baik dari sisi jenis kegiatan maupun jangkauan sasarannya, sehingga semakin banyak ODHA yang memperoleh manfaat dan dukungan untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
Melalui sinergi antara pemerintah, fasilitas kesehatan, organisasi masyarakat, dan komunitas pendamping, diharapkan tercipta lingkungan yang semakin inklusif, suportif, dan bebas stigma bagi ODHA, sehingga mereka dapat hidup sehat, mandiri, dan berdaya di tengah masyarakat.
