Dinas Sosial Bantul Gelar Restorasi Sosial di Monumen Segoroyoso untuk Perkuat Karakter Generasi Muda

BANTUL – Suasana Monumen Segoroyoso tampak berbeda pada Selasa (21/7/2026). Ramai siswa-siswi SMP Negeri 2 Pleret, SMP Negeri 3 Pleret, dan SMP Muhammadiyah Pleret mengikuti kegiatan Restorasi Sosial yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Bantul. Kegiatan tersebut dibuka dengan sambutan dari Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial (Dayasos) Dinas Sosial Kabupaten Bantul.

 

Apa itu Restorasi Sosial? Restorasi Sosial merupakan upaya memulihkan nilai-nilai luhur masyarakat yang mulai luntur akibat perubahan zaman melalui penguatan karakter, moral, semangat gotong royong, dan nilai-nilai kebangsaan. Melalui kegiatan ini, Dinas Sosial Kabupaten Bantul berupaya menanamkan nilai-nilai tersebut kepada generasi muda sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sejarah perjuangan bangsa.

 

Kegiatan ini menghadirkan Mayor CBA Suryadi, Kasdim 0729/Bantul, sebagai narasumber. Turut hadir pula Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kapanewon Pleret. Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh narasumber, dilanjutkan dengan pengenalan sejarah Monumen Segoroyoso, kemudian ditutup dengan tur mengelilingi kawasan monumen.

 

Kegiatan ini menjadi pengalaman baru bagi siswa-siswi SMP Negeri 2 Pleret, SMP Negeri 3 Pleret, dan SMP Muhammadiyah Pleret karena di wilayah mereka terdapat situs bersejarah yang memiliki nilai penting sebagai tempat penyusunan strategi Serangan Umum 1 Maret 1949. Melalui kunjungan langsung ke lokasi bersejarah tersebut, para peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

 

Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran yang positif mengenai peristiwa sejarah perjuangan bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan, sekaligus memperkuat pemahaman peserta didik terhadap sejarah lokal. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat patriotisme dan cinta tanah air yang menjadi landasan dalam penguatan karakter generasi muda.