Berita

PELATIHAN SIMFONI-PPA BAGI JARINGAN DAN MITRA KERJA UPTD PPA

Selasa Wage, 22 Juni 2021 10:20 WIB 55

foto
UPTD PPA, Pelatihan Simfoni

Dinas Sosial P3A Kabupaten Bantul melalui UPTD PPA menyelenggarakan pelatihan SIMFONI-PPA (Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak) pada kamis-Jumat (27-28 Mei 2021). Kegiatan ini ditujukan bagi seluruh jaringan dan mitra kerja UPTD PPA Bantul. Kepala Bidang Banjamsos Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bantul Bapak Anwar Nur Fahrudin, S. STP, M.Eng dalam pengarahan dan sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat memberikan manfaat,  meningkatkan pengetahuan, mensosialisasikan

sistem pencatatan, mengevaluasi kinerja, dan menginput data korban kekerasan perempuan dan anak.

 

Pemateri pertama dari DP3AP2DIY) yaitu Ibu Dra. Yohana Santi Roestriyani menyampaikan materi terkait kebijakan penanganan korban kekerasan perempuan dan anak di DIY. Dalam materinya juga disampaikan dasar hukum perlindungan perempuan dan anak sudah ada peraturan nasional dan daerah. Selain itu juga disampaikan strategi sosialisasi dan publikasi upaya penanganan korban kekerasan pada perempuan dan anak.

 

Pemateri kedua Bapak Arif Nasirudin, S.Psi, MA (Admin SIMFONI-PPA DIY) menyampaikan materi Juknis Pengelolaan Data SIMFONI-PPA dan Praktek Pengelolaan Data SIMFONI-PPA. Dalam materinya disampaikan bahwa semua kasus yang ditangani sebaiknya dimasukkan dalam pendataan SIMFONI-PPA.

 

Ibu Dr. Y. Sari Murti Widyastuti, S.H., M.Hum selaku Ketua FPKK DIY menyampaikan materi ketiga yaitu perlunya sinergitas dari berbagai lembaga dalam penanganan dan pendampingan korban kekerasan.

 

Bapak Aipda Musthafa Kamal, S.H dari Polres Bantul menyampaikan materi terkait penegakan hukum dalam penanganan kasus tindak kekerasan yang membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak dalam pemenuhan proses hukum dan peradilan.

 

Pelatihan ini ditutup oleh Bapak Toto Pamudji Rahardjo,AKS selaku Plt Sekretaris Dinas Sosial P3A Kabupaten Bantul yang menyampaikan harapannya agar peserta dapat membangun sinergi antar lembaga dalam penanganan dan pendampingan kasus kekerasan baik pada perempuan dan anak serta mampu mendokumentasikan data kasus yang masuk  dengan baik.