Berita

PELATIHAN MANAJEMEN KASUS BAGI STAF DAN MITRA KERJA UPTD PPA BANTUL

Rabu Pon, 16 Juni 2021 15:27 WIB 66

foto

UPTD PPA Kabupaten Bantul mengadakan pelatihan manajemen kasus yang diselenggarakan pada Kamis dan Jumat (20-21 Mei 2021). Pelatihan ini ditujukan bagi seluruh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Se-Kabupaten Bantul dan seluruh staf UPTD PPA. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bantul Drs. Didik Warsito, M.Si. dalam pengarahan dan sambutannya menyampaikan bahwa di Bantul masih banyak kasus yang tidak dilaporkan. Data kasus yang masuk ke UPTD PPA Bantul sampai dengan bulan April 2021 terdapat 51 kasus. Harapannya kegiatan ini dapat menambah wawasan para pendamping korban kekerasan perempuan dan anak terutama pada TKSK.

 

Pemateri pertama Dr. Dody Hartanto, M.Pd (Wakil Dekan FKIP UAD) menyampaikan materi dengan tema “Multidisiplin Dan Multisektor Dalam Penanganan Kasus Perlindungan Perempuan Dan Anak”. Dalam penjelasannya Dody menyampaikan bahwa manajemen kasus harus menggunakan berbagai multidisiplin dan keilmuwan atau ragam keilmuwan dan lintas sektor atau ragam keadaan dan lintas sektor lembaga serta pondasi pijakan manajemen kasus harus lebih diperkuat.

 

Ifa Aryani, S.Psi, M.Psi, Psikolog (P2TP2A DIY “Rekso Dyah Utami”) melanjutkan materi kedua dengan tema “Kode Etik Layanan Pengaduan Perlindungan Perempuan dan Anak”. Ifa menjelaskan kode etik layanan pengaduan adalah pedoman, sikap, tingkah laku dan perbuatan pelayanan publik dan penyelenggara pelayanan publik. Adapun dasar pertimbangannya adalah hak-hak korban, prinsip-prinsip penanganan korban serta SOP pengaduan.

 

Pemateri ketiga Martati Endah Lestari, M.Hum (Direktur LP3N Yogyakarta) menyampaikan materi dengan tema “Membangun Sinergi Jejaring dalam Manajemen Kasus Penanganan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan”. Martati menjelaskan bahwa dasar hukum adanya manajemen kasus terdapat dalam UU No. 3 tahun 2018 dan mitra PPA serta Dinas Sosial harus bersinergi.

 

Martati Endah Lestari, M.Hum juga menyampaikan materi dengan tema “Simulasi dan Praktek Proses Manajemen Kasus”. Dalam penjelasannya, Martati menyampaikan bahwa ketika ada kasus harus mengikuti SOP yang sudah ada, mulai dari pengaduan, penjangkauan masyarakat, pengelolaan kasus, mediasi, rumah aman, pendampingan secara hukum, psikologi, rehabsos dan reintergrasi sosial. Peserta juga diminta menuliskan contoh laporan pengaduan ketika ada korban yang datang dan menulisakn langkah apa yang sudah dilakukan serta menuliskan tindak lanjutannya.