Berita

PEMBANGUNAN SHELTER KESEJAHTERAAN SOSIAL PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL

Senin Pahing, 31 Mei 2021 21:28 WIB 66

foto
PMKS, Shelter Kesejahteraan Sosial

(BANTUL-30/5/2021) Gerak laju pembangunan kesejahteraan sosial di Kabupaten Bantul telah menunjukkan banyak kemajuan terutama bagi warga masyarakat yang kurang beruntung dan rentan. Dalam konsep penyelenggaraan kesejahteraan sosial warga masyarakat tersebut dikenal dengan sebutan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan masyarakat miskin yang menjadi kelompok sasaran pelayanan sosial. Kemajuan kondisi sosial masyarakat terutama PMKS seperti tercermin pada indikator sosial, antara lain jangkauan pelayanan sosial di satu sisi dan penurunan jumlah PMKS dan masyarakat miskin, kemandirian dan keberfungsian sosial PMKS dan masyarakat miskin, serta tercermin pada tumbuh dan berkembangnya kelembagaan sosial, organisasi sosial, pranata sosial, pilar-pilar partisipasi sosial (volunteerism), dan nilai-nilai kesetiakawanan sosial menjadi karakteristik dan jati diri bangsa Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak membangun Shelter Kesejahteraan Sosial. Pembangunan tersebut diawali dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih di Dusun Kepuh Wetan, Kalurahan Wirokerten, Kapanewon Banguntapan Bantul. Minggu (30/5). Pembangunan Shelter tersebut juga mendukung misi kelima Bupati Bantul, yaitu Penanggulangan Masalah Kesejahteraan Sosial secara terpadu dan pencapaian Bantul sebagai Kabupaten Layak Anak Ramah Perempuan dan Difabel.

Dalam sambutan yang diberikan oleh Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih, masalah sosial di tengah masyarakat semakin bertambah, sehingga perlu upaya untuk mengatasi dan meminimalisir secara lebih serius. Keberadaan Shelter sebagai salah satu sarana prasarana yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut. Beliau menyampaikan masalah sosial antara lain gelandangan dan pengemis, anak terlantar dan difabilitas. Sekalipun secara umum jumlah gepeng di Bantul cenderung menurun namum penanganannya harus terus ditingkatkan dengan dukungan tenaga dan personil yang dibekali dengan wawasan maupun skill berkualitas. Sementara itu, Kepala Dinsos PPPA Kabupaten Bantul Drs. Didik Warsito, M.Si mengungkapkan bahwa gedung ini diharapkan bisa untuk melengkapi sarana dan prasarana untuk mengatasi berbagai persoalan masalah sosial di Bantul.