Berita

SOSIALISASI PENCEGAHAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK

Selasa Pahing, 11 Mei 2021 13:45 WIB 62

(BANTUL 11/05/2021) - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengadakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak pada hari Selasa tanggal 11 Mei 2021. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Pengawas Dinas Dikpora Bantul dan diikuti oleh 33 peserta. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan perlindungan pada perempuan dan Anak, serta untuk meningkatkan upaya dalam perlindungan khusus Anak untuk mencapai Kabupaten Layak Anak.

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Drs. Didik Warsito, M.Si. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk menindaklanjuti misi ke 5 Bupati Bantul Tahun 2021 tentang Penanggulangan masalah kesejahteraan sosial secara tepadu dan pencapaian Bantul sebagai kabupaten layak anak, ramah perempuan dan difabel.

Kepala Dinas Sosial P3A mengatakan bahwa kasus kekerasan pada perempuan dan anak di Bantul masih meningkat di tiap tahunnya. “Kasus kekerasan ini ibarat gunung es, yang kelihatan hanya puncaknya, yang belum terlihat masih banyak,” ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa kasus kekerasan seksual di Bantul pada umumnya dilakukan oleh orang terdekat atau keluarga. Adanya UPTD PPA Bantul mempermudah untuk melapor apabila ada tindakan kekerasan yang terjadi.

Retno Palupi Agustini, S.Psi., M.Psi., Psikolog, narasumber dari UPTD PPA Bantul, menyampaikan materi terkait pentingnya ketahanan keluarga dalam mencegah kekerasan pada anak. Retno menyampaikan bahwa masih sedikit partisipasi pria dalam  keluarga untuk terlibat pelatihan konseling keluarga. Beliau berharap hal tersebut bisa berubah ke depannya. Selain itu Retno juga menjelaskan secara singkat peran stakeholder dalam mendukung perlindungan pada anak.

Muhammad Zainul Zain, S. Ag, menyampaikan bahwa pencegahan kekerasan perempuan dan anak bukan hanya merupakan tanggung jawab Dinas Sosial P3A, namun semua pihak yang terlibat dalam gugus tugas tindak pidana perdagangan orang dan kekerasan terhadap perempuan dan anak, harus berkontribusi dan berkolaborasi untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam kesempatan ini beliau pun menyampaikan materi tentang permasalahan perdagangan orang dan bentuk-bentuknya.

Dede Apriyanto, narasumber dari SOS Children’s Villages Yogyakarta, menyampaikan kondisi yang dapat mengakibatkan tindak pidana perdagangan orang, diantaranya adalah kemiskinan. Upaya pencegahan yang dilakukan oleh SOS Children’s Villages adalah memberi pendampingan yang berfokus pada anak, keluarga, komunitas, dan jaringan.