Berita

SOSIALISASI PEMBENTUKAN LINGKUNGAN SEHAT DI KABUPATEN BANTUL

Rabu Wage, 20 Maret 2019 14:28 WIB 153

foto

Sebagai salah satu progam pelayanan terhadap PMKS, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak Kabupaten Bantul melaksanakan kegiatan sosialisasi pembentukan lingkungan sehat di Gedung Pendopo Merpati Putih Parangkusumo, Kretek Bantul, 19 Maret 2019.

Dalam sosialisasi pembentukan lingkungan sehat ini, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bantul memberikan sosialisasi terkait penyakit HIV/AIDS dan penanganan terhadap Orang dengan HIV AIDS.

 Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bantul mefokuskan pemahaman serta pemberian pengetahuan kepada masyarakat terkait HIV dan AIDS.

Sosialisasi pembentukan lingkungan sehat dikuti oleh 40 peserta dari berbagai kalangan masyarakat, baik petani, pedagang, ibu rumah tangga, karang taruna, pamong desa dan orang-orang yang dituakan di pedukuhan tersebut serta dari penjaja sex di kawasan parangkusumo.

Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bantul menghadirkan narasumber dari Komisi penanggulangan HIV AIDS, Endah Wahyu Ratnaningsih, S.Pd.

Endah Wahyu Ratnaningsih, S.Pd dalam paparan materinya menyampaiukan berbagai hal terkait pencegahan HIV AIDS, penyebab tertularnya penyakit HIV/AIDS, serta penanganan orang dengan HIV/AIDS.

“Penyakit HIV/AIDS menular melalui cairan darah, cairan sperma, cairan vagina dan cairan ASI. Penyakit HIV/AIDS tidak dapat menular jika bersalaman, menggunakan alat makan yang sama, berpelukan, berciuman dan hidup bersama dalam satu rumah, dengan hal tersebut mulai sekarang jauhi penyakitnya bukan orangnya” ujar Endah Wahyu Ratnaningsih, SPd.

Peserta pun mersepon baik apa yang disampaikan oleh narasumber, bahwasanya jangan melakukan diskriminasi kepada orang dengan HIV/AIDS, yang harus dilakukan adalan memeberikan dukungan serta menjauhi penyakitnya  bukan orangnya.

Dengan adanya sosialisasi pembentukan lingkungan sehat ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan pencegahan HIV/AIDS, serta perlakukan dan penanganan kepada orang dengan HIV/AIDS.