Berita

SOSIALISASI PROGAM BOGA SEHAT DI KABUPATEN BANTUL TAHUN 2019

Selasa Kliwon, 19 Februari 2019 14:35 WIB 258

foto

Sebagai salah satu upaya penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Bantul, Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bantul akan melaksanakan progam Boga Sehat.

Kegiatan Sosialisasi Boga Sehat dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Laporan Penyelenggaraan oleh Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten  Bantul, Sunarsa, SH, M.Si.

Dalam kegiatan Sosialisasi Progam Boga Sehat dihadiri oleh 106 peserta dan diisi materi serta pengarahan oleh Bapak Wakil Bupati, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Kepala Bappeda Kabupaten Bantul.

Dalam penyampaiannya, Wakil Bupati Kabupaten Bantul menyampaikan “Progam boga Sehat merupakan suatu progam baru sebagai salah satu upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bantul, tentunya akan timbul berbagai kendala, kami mohon bantuan dan dukungan Bapak Ibu semuanya.

Progam Boga Sehat merupakan Merupakan program inovasi dari Pemerintah Kabupaten Bantul yang bertujuan untuk pemenuhan gizi bagi masyarakat di Kabupaten Bantul.

Sumber dana yang digunakan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bantul dan sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

Landasan Hukum progam Boga Sehat : Peraturan Bupati Nomor 17 Tahun 2019 Tanggal 15 Februari 2019 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Progam Boga Sehat.

Progam Boga Sehat merupakan salah satu strategi pengentasan kemiskinan yang dilihat dari perhitungan indikator makanan.

Dalam sosialisasi Boga Sehat juga diisi dengan penandatanganan Nota Kesepemahanan oleh Kepala dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabuopaten Bantul dan Ketua TP PKK Kabupaten Bantul.

Untuk memperlancar Program Boga Sehat, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bantul menunjuk 2 relawan, yang terdiri dari : Tenaga Pendamping dan Tenaga Pelaksana.

Dinas Sosial bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dalam penentuan standar asupan gizi dan bekerjasama dengan Baznas dalam pengadaan Rantang (Kotak Makanan).